Kamis, 04 Februari 2010

Media Kultur Pisang

Perbanyakan Pisang Secara Kultur Jaringan



Oleh
Zaki Thahir Abdul Mudzakir
Program study Manajemen Agroindustri
Konsentrasi Kultur Jaringan Tanaman
Politeknik Negeri Jember - Vedca 07
email : zacky_zone07@yahoo.co.id
www.zacky-zone89.blogspot.com
www.zacky07.wordpress.com



Pisang Merupakan Salah satu tanaman buah yang merupakan tanaman horti kultura yang telah banyak disukai oleh masyarakat. tanaman pisang ini banyak ditemukn disetiap daerah. Namun pada perbanyakan pisang yang biasa dilakukan para petani mengalami beberapa kendala yang diantaranya adalah belum mampu mencukupi permintaan pasar akan pisang di dalam negeri maupun luar negeri. perbanyakan pisang yang biasa dilakukan para petani masih menggunakan cara konvensional, sehingga tanaman pisang yang dihasilkan para petani belum mencukupi.

untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat besar, maka diperlukan penyediaan bibit pisang yang banyak dan berkualitas. untuk memenuhi permintaan pasar maka teknik perbanyakan tanaman pisang secara kultur jaringan perlu dilakun untuk mendapatkan tanaman pisang yang berkualitas dan dapat memproduksi bibit secara besar-besaran.

dalam perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur jaringan maka. diperlukan sterilisasi yang baik dan efektif untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi. selain itu dalam perbanyakan ini komposisi media yang digunakan harus tepat dan sesuai. untu mempercepat pertumbuhan tanaman pisang.

Dalam sterilisasi eksplan digunakan bahan-bahan kimia yang dapat ditemukan dipasaran. teknik sterilisasi dapat di akses di www.zacky-zone89.blogspot.com.

media yang digunakan dalam perbanyakan pisang secara kultur jaringan menggunakan media dasar MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh tertentu. disetiap laboratorium memiliki komposisi ZPT yang berbeda. namun yang umumnya digunakan dalam perbanyakan tanaman ini adalah menggunakan ZPT BAP dan NAA.

media yang digunakan untuk tahap inisiasi yang biasa digunakan adalah penggunaan media dasar MS padat tanpa penambahan ZPT. penggunaan media ini biasanya memerlukan waktu sampai satu bulan untuk dapat dilakukan tahap multiplikasi.
namun perbanyakan pisang pada tahap inisiasi sebenarnya dapat dipersingkat sampai 2 minggu dapat dilakukan tahap multiplikasi. yaitu dengan menggunakan media MS padat dan ditambah sedikit mediaMS cair. ini lebih efektif dalam penggunaan media yang digunakan. keberhasilannya dapat mencapai 80 persen dan lebih cepat pertumbuhannya.

Mikropropagasi Sukun


informasi :


Mikropropagasi Sukun (Artocarpus communis Forst),
Tanaman Sumber Karbohidrat Alternatif
Ika Mariska, Yati Supriati, dan Sri Hutami

ABSTRAK
Sukun (Artocarpus communis Forst) merupakan tanaman buah tropis yang mengandung karbohidrat sangat tinggi.Ketika persediaan pangan terbatas, di beberapa wilayah tertentu tanaman ini sering menjadi bahan pangan utama sebagai sumber karbohidarat. Kandungan karbohidrat pada tanaman tersebut hampir sama dengan ubi jalar atau talas tetapi lebih banyak dan pada kentang.
Kendala utama dalam pengembangan sukun adalah terbatasnya persediaan bibit. Teknik kultur jaringan telah diakui keunggulannya karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, seragam dan relatif singkat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) Bogor, mulai Februari 2003 sampai dengan Desember 2004. Penelitian terdiri dari beberapa tahap percobaan dengan berbagai kombinasi media sebagai perlakuan. Tahap pertama adalah multipli-kasi tunas pada media Sk-2 dengan media WPM + BA (0; 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 mg/l) + thidiazuron (0, 0,4 mg/l); tahap kedua, yaitu pemanjangan tunas pada media WPM + kinetin (1, 2, dan 3 mg/l) + (0 dan 5 mg/l); dan tahap ketiga adalah inisiasi dan perkembangan perakaran dengan memberikan GA3bandingkan media WPM + BA (0, 2, 4, dan 6 mg/l) + arang aktif (0; 0,5%) dan media WPM (1; ½) + IBA (0; 1,5; dan 5 mg/l) atau NAA (1, 2, dan 3 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subkultur ke-2 dari tunas yang berukuran 1-2 cm pada media WPM + BA 0,5 mg/l + thidiazuron 0,4 dapat meningkatkan multiplikasi tunas menjadi 4,87-5,0. Subkultur dengan frekuensi tinggi, yaitu sampai 3 kali dapat menghasilkan jumlah tunas tertinggi, yaitu 15,5. Untuk elongasi tunas maka media WPM 5 mg/l merupakan formula yang terbaik. Persentase perakaran paling tinggi, + kinetin I mg/l + GA3yaitu 60% dengan jumlah akar berkisar 6,5 berasal dari media WPM + IBA 3 mg/l. Hasi aklimatisasi di rumah kaca telah dilakukan dengan tingkat keberhasilan 70%.

Kata kunci: Sukun (Artocarpus communis Forst), multiplikasi tunas, inisiasi dan perkembangan
akar, aklimatisasi.






>http://www.komisiGRATIS.com/?id=zacky89" target="blank" >


Kultur Belimbing Dewi

Kultur Belimbing Dewi
Inisiasi dan Perkembangan Perakaran serta Aklimatisasi
Belimbing Dewi (Averrhoa carambola L.)
Yati Supriati, Ika Mariska, Ali Husni, dan Sri Hutami

ABSTRAK


Belimbing (Averrhoa carambola L) sebagai buah sumber vitamin C merupakan tanaman tropika yang berasal dari Semenanjung Malaya. Oleh masyarakat Cina buah belimbing telah diyakini dapat menurunkan tekanan darah. Biasanya belimbing dikonsumsi dalam bentuk segar, akan tetapi saat ini juga digunakan sebagai bahan baku industri untuk pembuatan jam, manisan buah, dan jus.
Salah satu kendala dalam pengembangan tanaman ini untuk skala besar adalah terbatasnya ketersediaan bibit yang berkualitas baik dan seragam. Dari penelitian sebelumnya telah diperoleh media untuk insiasi dan multiplikasi tunas belimbing secara in vitro, dan penelitian ini diarahkan untuk mencari media perakaran dan aklimatisasi. Untuk menstimulir perakaran, tunas in vitro ditanam pada media WPM yang dikombinasikan dengan tiga taraf IBA dan IAA (0, 1, dan 3 mg/l) dan pada media MS yang dikombinasikan dengan 4 taraf IBA dan NAA (0, 1, 2, dan 3 mg/l). Untuk tujuan efisiensi garam makro dari WPM diturunkan konsentrasinya dan dikombinasikan dengan 5 taraf IBA (0, 1, 3, 5, dan 7 mg/l). Pada uji aklimatisasi telah dicoba tiga macam media (tanah, pupuk kandang, dan kompos) yang diaplikasi secara tersendiri atau secara kombinasi.
Perubah yang diamati adalah persentase tunas yang membentuk akar, jumlah dan panjang akar, penampilan perakaran,
dan persentase keberhasilan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA dan IAA dengan konsentrasi 1-3 mg/l pada media dasar WPM tidak dapat menginisiasi terjadinya akar. Pada media dasar MS yang diberi zeatin 2 mg/l, pemberian IBA 3 mg/l dapat membentuk akar akan tetapi jumlahnya sangat terbatas. Pengurangan sebagian garam makro pada media dasar WPM yang diberi IBA 3 mg/l merupakan media terbaik untuk inisiasi dan perkembangan akar belimbing Dewi. Tanah dan kompos dengan komposisi 1 : 2 merupakan media tumbuh terbaik untuk aklimatisasi planlet belimbing dirumah kaca. Aklimatisasi planlet belimbing dapat langsung dilakukan tanpa melalui fase pengakaran dengan memberikan perlakuan celup cepat dalam larutan IBA 100 ppm selama 1 jam.

Kata kunci: Kultur in vitro, Averrhoa carambola L., inisiasi akar, aklimatisasi.

Kamis, 28 Januari 2010

Global Finance

Majalah Global Finance


Majalah Global Finance telah memberikan berbagai berita dan informasi disertai analisis secara mendalam dan diterbitkan secara bulanan sejak tahun 1987. Majalah Global Finance juga membahas berbagai macam profil tentang perusahaan dan lembaga keuangan yang melakukan perbisnisan yang berada di seluruh dunia.
Majalah Global Finance memberikan cerita yang lengkap melingkupi keuangaan perusahaan, joint venture dan M & A, profil negara, pasar modal, hubungan investor, mata uang, perbankan, manajemen risiko, perwalian, investasi langsung, pengelolaan uang dan semuanya dirancang secara khusus untuk pembaca di seluruh perusahaan dunia.





Untuk wilayah Indonesia majalah ini tersedia dalam bentuk digital, jadi nantinya majalah akan dikirimkan ke alamat email anda. Jangan lupa untuk membaca tips pengisian pendaftaran agar aplikasi anda dapat disetujui dengan mudah.

Silakan Klik dan Isi Formulir ini dengan baik untuk mulai berlangganan Majalah Global Finance gratis



Artikel Majalah Global Finance ini dipersembahkan oleh Majalah Gratis.




Rabu, 25 November 2009

CARA TERMUDAH & TERCEPAT PEMULA DAPATKAN 2JT/ Hr



>http://www.komisiGRATIS.com/?id=zacky89" target="blank" >


PERBANYAKAN TANAMAN KENTANG MELALUI KULTUR JARINGAN


Masukkan Code ini K1-2C618B-7
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Produk SMART Telecom




TAHAPAN PERBANYAKAN TANAMAN KENTANG MELALUI KULTUR JARINGAN

A. Penyiapan Eksplan

Pada tanaman kentang yang akan dikukturkan mengambil eksplan pada bagian tunasnya dengan mengambil jaringan meristemnya agar mendapatkan tanaman kentang yang bebas virus. Oleh karena itu ada beberapa tahapan penyiapan eksplan yang cukup lama yaitu :

1) Umbi kentang yang mempunyai bobot 30 g/buah atau umbi yang besar yang dipotong dengan berat 20 g/potong dengan beberapa mata.

2) Umbi diletakkan pada wadah tanpa media dengan kondisi ruangan yang lembab hingga muncul tunas, biasanya selama 3 bulan.

3) Tunas yang 1-2 cm dipergunakan sebagai bahan awal atau eksplan.


B. Sterilisasi Eksplan

Sterilisasi eksplan dapat ditentiukan sesuai dengan kondisi eksplan tersebut. Jika eksplan yang diambil langsung dari lapang atau dari gudang dengan kondisi eksplan yang tidak bersih dapat dilakukan sterilisasi dengan beberapa tahapan anatara lain :

1) Mencuci eksplan menggunakan air bersih hingga kotoran seperti tanah atau debu hilang

2) Membilas menggunakan alkohol 95%

3) Mencuci kembali menggunakan dengan aquades steril

4) Merendam menggunakan alkohol 15% selama kurang lebih 5 menit

Namun jika penyimpanan umbi yang akan diambil tunasnya sebagai eksplan berada di tempat dengan kondisi bersih seperti pada ruang aklimatisasi laboratorium, konsentrasi bahan kimia yang digunakan dapat dikurangi, yaitu :

1) Mencuci eksplan dengan air bersih

2) Membilas dengan alkohol 70%

3) Mencuci kembali menggunakan aquades steril

4) Merendam menggunakan chlorox 5% selama 3 menit,

5) Membilas kembali dengan aquades steril.

C. Inisiasi awal eksplan kentang

Sebelum melakukan inisiasi terlebih dahulu menyiapkan peralatan yang diperlukan. Sebelum masuk ke dalam ruang inisiasi pastikan bahwa lampu UV (ultra violet) telah dimatikan, karena dapat berbahaya bagi manusia yaitu terkena radiasi, namun lampu TL dan blower tetap menyala. Barulah LAFC dapat disemprotkan menggunakan alkohol dengan dilap tissu, sehingga peralatan lain seperti petridish steril, aquades steril, satu paket alat disetingset steril, botol kultur didalamnya terdapat tabung reaksi dengan diisikan alkohol 96%, lampu busen, eksplan yang akan ditanam, media yang akan digunakan, dan bubuk ampicilin sebagai anti biotik eksplan terhadap serangan jamur atau bakteri. Semua peralatan dan bahan sebelum masuk LAFC, disemprotkan alkohol 70% agar tetap steril.

1. Multiplikasi

Tahap multiplikasi pada kentang yaitu pemindahan ke media baru yang steril untuk perpanjangan batang, karena pertumbuhan kentang yang terus memanjang ke atas tidak bercabang ke samping. Sehingga multiplikasi tanaman ini dilakukan cutting atau pemotongan setiap dua ruas batang untuk memperbanyak tanaman tersebut. Multiplikasi dilakukan di dalam Laminar Air Flow Cabinet (LAFC).

Adapun beberapa tahanpan dari multiplikasi yaitu :

a. Mengeluarkan tanaman dari botol lalu meletakkan pada petridish.

b. Memotong batang menjadi beberapa bagian minimal dua nodus dalam setiap potongan.

c. Meletakkan pada petridish yang terpisah dengan mengambil media baru yang telah steril.

d. Menanam tanaman yang telah dipotong tersebut kedalam botol yang berisi media sebanyak 5 batang dengan susunan yang rapi dan tidak boleh terbalik antara yang atas dan bawah.

e. Menutup botol dengan rapat dan menyimpan dalam ruang pertumbuhan.

2. Aklimatisasi

Tahapan aklimatisasi planlet kentang meliputi: sterilisasi media tanam, kegiatan aklimatisasi, dan perbanyakan planet.

a. Kegiatan Aklimatisasi

Aklimatisasi merupakan kegiatan untuk mengadaptasikan planlet dari kondisi terkendali ke lingkungan lapang yang kondisinya tidak terkendali. Namun untuk tanaman kentang tahap aklimatisasi ini tidak terlalu sulit, karena untuk kondisi terkendali di ruang laboratorium yang suhunya rendah berbeda tipis dengan kondisi suhu lapang pada dataran tinggi. Tahapan aklimatisasi kentang yaitu sebagai berikut:

1) Menyiapkan wadah sebagai tempat penyimpanan planlet dengan disemprotkan menggunakan alkohol 96% dan dilap menggunakan tissu atau kapas.

2) Membuka tutup botol, lalu mengeluarkan planlet menggunakan pinset secara hati-hati.

3) Membersihkan planlet dari media agar dengan mencuci menggunakan air bersih, sehingga tidak ada agar yang tertinggal pada planlet.

4) Meletakkan planlet yang telah dicuci pada wadah, jika akar planlet yang terlalu panjang dapat dipotong menggunakan gunting dengan menyisakan akar 3-5 cm.

5) Menanam pada seed bed berbahan aluminium berukuran 2 x 1 m dengan media pupuk kandang, tanah, dan kompos jamur dengan perbandingan 1:1:1. sebelum itu media tanam yang digunakan harus sterilkan.